Feeds:
Pos
Komentar

Pilpres saat ini memang unik dan semakin menarik. Semua berperang dengan argumennya. Bahkan ada tokoh yang menyatakan ini adalah Perang Badar, antara Capres Jokowi-pasukannya dan Capres Prabowo-pasukannya? Lucu memang, tidak itu salah tempat. Tepatnya itu adalah Perang Uhud, transaksional. Siapa yang bisa menjamin bahwa tidak alan ada transaksional di cuba Jokowi, pun Prabowo? Anda bisa menjamin? Tidak ada. Lanjut Baca »

image

Di sebidang lahan seperti inilah petani menanamkan harapannya. Untuk anaknya sekolah hingga tingkat tinggi, dan seorang istri yang menemaninya dengan sabar serta setia.

 

Perubahan luasan hutan tiap regional

Perubahan luasan hutan tiap regional

Degradasi hutan dan deforestasi adalah dua hal yang berbeda tetapi mempunyai kesamaan dalam perubahan tutuapan lahan hutan. Deforestasi mengkonversi hutan ke jenis tutupan lahan lain. Hasilnya adalah ketika hutan berubah tetap dinamakan hutan, tetapi hutan yang dihasilkan kehilangan kemampuan untuk menyediakan jasa ekosistem/lingkungan atau mengalami perubahan besar dalam komposisi spesies dan atau jenis akibat dari eksploitasi berlebihan (Sasaki dan Putz 2009).

Perubahan luasan hutan di dunia adalah implikasi dari jumlah penduduk yang bertambah dari tahun ke tahun. Salah satunya di Basil, konversi lahan hutan menjadi peternakan adalah salah satu faktor terjadinya perubahan luasan hutan (Conney 2011). Pemerintah Brasil mengkonversi lahan hutan menjadi pertanian dengan sebab dan alasan terkait kebutuhan daging yang meningkat baik domestik dalam negeri atau global. Implikasi dari ini adalah pemerintah yang berkuasa memutuskan sebuah kebijakan untuk melakukan perubahan fungsi hutan menjadi fungsi lainnya. Lanjut Baca »

Mungkin postin ini bisa dianggap sebagai update ringkas, setelah lama saya tidak menulis. Belajar dan menyelesaikan beberapa kerjaan bukanlah alasan dalam tidakaktifnya menulis di blog. Mungkin karena malas saja.

Beberapa minggu lalu dosen saya berkirim pesan via bbm ke saya, yang isinya “Kamu adalah apa yang kamu tulis.” Pesan yang ringkas memang, tapi tidak jika kita mencoba mendalami warna dari pesan tersebut.

Memang benar, beberapa bulan bahkan satu tahun tidak ada sebuah karya tulisan yang saya diskusikan dengan dosen tersebut. Saya coba untuk merenung, berfikir tentang keangkuhan diri yang hanya puas dengan capain ringan yang telah didapat. Padahal jika sudah memproklamirkan untuk fokus di kajian dan akademis kita harus rajin untuk menuangkan pikiran dalam tulisan. Karena itulah bukti bahwa kita hidup.

Di situlah saya benar-benar diuji oleh pesan abah, “Jangan sampai berhenti untuk berfikir, tuangkan dalam tulisan. Karena di situlah letak manfaat dari apa yang kamu tuliskan.”

Dan di sinilah saya coba bangun kembali asa dan cita yang telah ditetapkan waktu belajar di S1. Beberapa draf telah terkumpul, yaa… sekedar niatan untuk menulis sebuah novel. Novel yang ditulis oleh orang yang ingin belajar. Belajar terus, tidak ada kesempurnaan.

Selanjutnya harus mengencangkan ‘ikat pinggang’. Beberapa waktu ini memang sedang belajar menulis beberapa chapter tentang bidang studi saya, hutan rakyat. Semoga keistiqamahan tetap terjaga selalu.. Amien.

A THEORY OF JUSTICE by John Rawls

A THEORY OF JUSTICE by John Rawls

 

Bingun minim sekali aktivitas, akhirnya saya mencoba membuka blog pribadi yang sudah lama sekali tidak saya urus. Padahal, blog itu umpama rumah. Tempat kita beristirahat dan mencurahkan segala peluh yang ada.

Okelah, di posting kali ini saya mencoba untuk menunjukkan beberapa koleksi buku elektronik (e-book) saya. Tujuannya tidak lain hanya untuk mengisi waktu luang saja, tidak ada istilah pamer atau riak. Justru dengan saya posting ini (seperti contoh cover di atas) bagi teman-teman yang menginginkan e-book tersebut dapat kontak saya di adibahri[dot]ipb[at]gmail[dot]com. Lanjut Baca »

Surat Terbuka
Forum Indonesia untuk Keadilan Agraria
kepada
Presiden Republik Indonesia
untuk Penyelesaian Konflik Agraria

Bapak Presiden yang kami hormati,

Setelah mengikuti dengan saksama perkembangan yang terjadi akhir-akhir ini terkait dengan konflik agraria di berbagai wilayah kepulauan Indonesia, maka kami sebagai pengajar, peneliti dan pemerhati studi agraria di Indonesia yang bergabung dalam Forum Indonesia untuk Keadilan Agraria, menyatakan keprihatinan yang mendalam. Berdasarkan kajian, pengalaman dan pengamatan kami terhadap persoalan agraria, kami sampaikan  pendapat dan usulan kepada Bapak, sebagaimana butir-butir di bawah ini. Lanjut Baca »

Ada yang unik dalam tulisan saya kali ini. Ya judul “Menjadi Teman Meski Tak Pernah Bertemu” adalah sebuah judul yang cukup unik. Di tulisan ini saya coba ingin mengajak Pembaca semua untuk mengenal dua sosok yang akan saya sampaikan di sini. Mereka adalah, I Made Andi Arsana dan Sawali Tuhusetya.

Mengapa mereka berdua saya ulas di sini? Hmm hal ini tidak lain adalah karena mereka berdua adalah dua sosok yang tulisannya saya ikuti setiap mereka update/publish tulisan di blog masing-masing. Mengapa saya mengikuti terus? Jawabannya tidak lain adalah, tulisan beliau berdua sangat inspiratif dan banyak mengandung pembelajaran bagi penulis. Lanjut Baca »

%d blogger menyukai ini: